Umpan Sedekah Untuk Menarik Rezeki

Umpan Sedekah Untuk Menarik Rezeki

Umpan sedekah sedulur netter perlu diperbanyak bila mengharapkan hasil pancingan rejeki sedulur netter mendapat ikan yang besar. Minggu itu saya diundang teman, pemilik kolam pemancingan di daerah Depok. Di tiga kolam besarnya sudah berderet para pecandu pancing.

Umpan Sedekah Untuk Menarik Rezeki
Umpan Sedekah Untuk Menarik Rezeki

Rupanya sedang dilombakan berhadiah sepeda motor. Saya sendiri kurang hobi, karena pengalaman masa kecil. Pulang mancing dari kali pukul 11 malam, langsung dimarahi orang tua. Sejak itu joran kesayangan tak pernah kutemukan lagi.

Ngobrol kiat-kiat mancing di kolam, kuncinya adalah umpan dan kesabaran. “Semakin merangsang bau dan rasa umpan, maka peluang menyabet ikan gede juga makin cepat,” tutur H. Cecep si pemilik kolam.

Emangnya ikan bisa mencium bau atau mencicipi rasa?”

“Ya, gampangnya gitu. Mana mungkin bisa gaet ikan besar kalau umpannya biasa-biasa saja? Sama seperti rejeki kita lah. Jadi harus dipasang umpan sedekah dulu, baru rezeki mengalir”.

Saya merenung teringat petuah Ustadz Yusuf Mansur yang ngetop dengan Pengajian Wisata Hati. “Untuk menarik rezeki dari Yang Maha Kaya, maka kita hendaknya memperbanyak umpan sedekah. Dan mematutkan diri untuk menerima rejeki banyak.”

“Sedekah dapat mengubah maqam dari yang tadinya miskin menjadi kaya, kaya menjadi mulia, sakit menjadi sehat, dan sehat menjadi terjaga,” tutur Ustadz yang suka nulis buku seputar keajaiban sedekah ini.

READ :   Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan

Terus terang dulu saya tak habis pikir. Sementara rezeki pas-pasan, disuruh banyak pasang umpan sedekah dan zakat. Apa tak boleh sedikit berleha-leha menikmati hasil keringat duluan. Pikiran seperti ini, menurut Ippho Santosa yang terkenal sebagai trainer otak kanan, adalah kerjaannya orang-orang berotak kiri.

Menurut penulis buku mega bestseller 7 Keajaiban Rejeki ini, pola kerja dan ibadah orang-orang otak kiri adalah: kaya dulu baru sedekah dan berumrah, mapan dulu baru menikah dan punya anak, dapat nikmat dulu baru bersyukur dan husnudzon, punya kebebasan waktu dulu baru sholat dhuka dan tahajjud. Mau ngasih 500 atau 1.000 perak ke pengemis pinggir jalan masih selidik-selidik dulu.

Plek! Cocok dengan yang saya pikirkan. Padahal agama dan orang-orang berotak kanan mengajarkan sebaliknya. Betul! Sebaliknya. Pasng umpan sedekah dulu baru rejeki bisa mengalir deras, menikah dulu baru rejeki berlebih, ritualkan sholat dhuha dan tahajjud maka pintu rejeki langit terbentang, mau ngasih kasih saja tak usah dipikirin. Bila perlu kasih kejutan sedekah Rp50.000,- atau Rp100.000,- kepada pengemis atau tukang sapu jalan atau tukang jaga toilet maka Anda akan dapat rejeki kejutan dari Sang Pemilik Rejeki.

Purdi E Chandra trainer otak kanan yang terkenal dengan ikon Cara Gila Jadi Pengusaha sering menuturkan, hemat sedekah pangkal miskin, boros sedekah pangkal kaya. Jadi mari kita boros sedekah. Bersedekahlah yang banyak meski tidak iklas. Mereka yang berotak kiri tentu akan mendebat, ”Ah.., tak masuk akal!”

READ :   Menumbuhkan Keberanian Dalam Berbisnis

Benar. Dulu saya juga mendebat (meski cuma dalam hati) begitu. Namun, sungguh setelah beberapa kali saya ditumbukkan dengan kejutan-kejutan kejadian, perdebatan hati pun mengecil. Pendapat orang-orang berotak kanan sering benar. Suatu hari pas tanggal tua. Sahabat yang sudah saya anggap saudara dari Mojokerto, mau siraturrahim ke Jakarta. Dalam kegirangan, hati saya langsung bilang, “Entar pulangnya saya beliin tiket dah”.

Saya tak tahu bila cadangan belanja sudah mepet. Satu-satunya jalan, bawa ATM ke bank. Istirahat kantor, saya mau ke bank. Tapi seorang teman manarik saya masuk ruangan dan memberi amplop. “Ini diterima ya. Insya’ Allah halal,” ujarnya. Saya hanya bengong dan mengucap syukur. Sedekah yang baru saya niatkan, sudah memberi bagi hasil.

Lain hari saya ikut tender di suatu instansi. Tender jadi bertele-tele karena tidak ada yang mendaftar kecuali saya. Ini belum pernah terjadi. Panitia lelang pun agak kelabakan. Saya juga gundah karena pekerjaan lain jadi tertunda. Tiba-tiba terbersit ingatan umpan sedekah, maka segera saya melakukan. Tender pun lancar dan meraih untung. Alhamdulillah. Kok bisa begitu ya.

READ :   Keuntungan Bisnis Online Untuk Mendukung Bisnis Offline

Pak Ippho menegaskan, sejak ribuan tahun silam telah ditemukan jamu manjur 4 in 1: jamu tolak bala, jamu galian rejeki, jamu enteng jodoh, dan jamu sehat perkasa. Itulah sedekah. Sedekah bisa jadi bankir pribadi karena memudahkan keuangan kita, jadi dokter pribadi yang menjaga kesehatan kita, jadi bodyguard pribadi karena melindungi dari bala, dan asisten pribadi yang memudahkan segala urusan kita.

Entahlah, otak kiri kita akan berkilah apalagi?

Wassalam

Sudjono AF

Wakala GoldenDinar Al Fauzan, Depok, Jawa Barat

 

NB: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan.” (HR Bukhary)

 

Baca juga:

Silaturahmi Bisnis, Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan, Belajar Dari Siapapun

Similar Posts:

One thought on “Umpan Sedekah Untuk Menarik Rezeki”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.